Wednesday, January 7, 2026

Serah Terima Jabatan Kasi PAIS dan Pembubaran Panitia HAB Kemenag ke-80 Digelar di Kemenag Purwakarta

Local photo 2026 by. Eep, momen kegiatan

Purwakarta — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta menggelar kegiatan Serah Terima Jabatan Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAIS) sekaligus Pembubaran Panitia Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, pada Rabu, 7 Januari 2026.

Dalam kegiatan tersebut, H. Dudi Taufik Rahman, M.Pd yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi PAIS Kabupaten Majalengka, secara resmi melaksanakan serah terima jabatan atas penugasan barunya sebagai Kasi PAIS Kabupaten Purwakarta. Sementara itu, H. Anang Suryana, S.Ag, MA, dipercaya mengemban amanah sebagai Kasi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas).

Acara berlangsung khidmat dan tertib, disaksikan oleh jajaran pimpinan dan pemangku kepentingan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta. Hadir dalam kegiatan ini antara lain Kasubbag Tata Usaha, para Kepala Seksi dan Penyelenggara Zakat dan Wakaf (PZW), Kepala KUA se-Kabupaten Purwakarta, Pengawas Madrasah dan Pengawas PAI, serta Kepala Madrasah Negeri.

Turut hadir pula para ketua organisasi dan forum strategis pendidikan keagamaan, di antaranya Ketua KKRA, KKMI, KKMTs, dan KKMA, Ketua IPARI, Ketua AGPAII⁩ , Ketua FKG PAI TK dan SD, serta Ketua MGMP PAI jenjang SMP, SMA, dan SMK.

Selain serah terima jabatan, agenda kegiatan juga dirangkaikan dengan pembubaran Panitia Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80. Pembubaran panitia ini menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan HAB yang telah terlaksana dengan sukses dan penuh kebersamaan.

Dalam suasana kebersamaan tersebut, disampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia atas dedikasi, kerja sama, dan kontribusi nyata dalam menyukseskan peringatan HAB Kemenag ke-80 di Kabupaten Purwakarta. Diharapkan semangat pengabdian yang telah terbangun dapat terus terjaga dan menjadi energi positif dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan dan pendidikan Islam di masa mendatang.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi, kesinambungan kepemimpinan, serta komitmen bersama untuk mewujudkan Kementerian Agama yang semakin profesional, moderat, dan melayani umat. 

Red. Tim Media

Saturday, January 3, 2026

Sorak, Doa, dan Prestasi: AGPAII Purwakarta di Puncak HAB Kemenag ke-80

Local photo 2026 by. Dedeh, momen penghargaan HAB Kemenag ke 80

Bukan sekadar bertanding.I ni tentang perjuangan, kebersamaan, dan kebanggaan. Di puncak HAB ke-80, AGPAII Purwakarta menorehkan prestasi.

Purwakarta — 3/1/2026. Sorak semangat dan rasa bangga menyelimuti puncak peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80. Di tengah khidmatnya upacara, DPD AGPAII Kabupaten Purwakarta melangkah ke panggung kehormatan, menerima piala prestasi sebagai penanda perjuangan, kerja tim, dan dedikasi yang tak sia-sia.

Momen itu bukan sekadar seremoni. Ia adalah klimaks dari rangkaian ikhtiar panjang. Tim bola voli putra dan putri DPD AGPAII Kab. Purwakarta tampil penuh determinasi sejak babak awal, bertarung dengan sportivitas tinggi, dan akhirnya berhasil meraih Juara II dalam ajang olahraga yang digelar untuk memeriahkan HAB Kemenag ke-80.

Setiap servis, smash, dan blok yang tercipta di lapangan seakan menjadi bahasa perjuangan—bahwa kebersamaan dan disiplin mampu menjelma prestasi. Meski belum berada di puncak tertinggi, capaian ini menjadi bukti bahwa AGPAII Purwakarta hadir bukan hanya sebagai penggerak pendidikan, tetapi juga sebagai simbol semangat sehat, solid, dan berdaya saing.

Piala yang diterima pada puncak upacara HAB menjadi saksi:

bahwa kerja kolektif, kekompakan, dan niat baik akan selalu menemukan jalannya menuju kehormatan.

HAB ke-80 bukan hanya perayaan usia, tetapi penguatan makna pengabdian.

Dan di dalamnya, AGPAII Purwakarta menorehkan cerita—tentang semangat, kebanggaan, dan harapan untuk prestasi yang lebih tinggi di masa depan.

Red. Tim media

Wednesday, December 3, 2025

PAI di Era Gen Z: Dari Kelas ke Timeline, Dari Ceramah ke Percakapan

Local Photo 2025, by.doc

Pembelajaran PAI kini memasuki dunia baru—dunia timeline cepat, konten singkat, dan tantangan digital Gen Z. Bukan sekadar mengajar akidah dan akhlak, tetapi menjembatani nilai Islam dengan ritme hidup yang serba online. Inilah refleksi ringan tentang bagaimana PAI bisa tetap bernyawa, relevan, dan dekat dengan keseharian para digital native.
================

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era Gen Z sedang berada di persimpangan menarik: di satu sisi memegang tradisi keilmuan klasik yang sangat kaya, di sisi lain harus mampu bergerak lincah mengikuti ritme digital, media sosial, dan budaya cepat ala zaman sekarang. Gen Z hidup dalam ekosistem yang penuh notifikasi, konten pendek, multitasking, dan dinamika komunitas online—dan PAI perlu hadir sebagai kompas yang relevan, bukan sebagai “kitab tebal” yang terasa jauh dari keseharian mereka.

1. Dari Ceramah ke Percakapan Interaktif
Gen Z tidak cocok dengan gaya lama yang satu arah. Mereka lebih tertarik pada pembelajaran yang mengajak dialog, memancing rasa ingin tahu, dan memberi ruang berekspresi. PAI harus berani bergeser dari “guru menjelaskan panjang lebar” menjadi “guru memandu percakapan bermakna.” Topik aqidah, akhlak, dan fiqh sekalipun bisa sangat hidup kalau dibawa ke konteks nyata: komentar di media sosial, etika share konten, atau cara menghargai perbedaan di grup WhatsApp kelas.

2. Menghubungkan Ajaran Klasik dengan Dunia Digital
Nilai Islam seperti kejujuran, adab berbicara, amanah, dan menjaga diri sebenarnya cocok sekali dengan problem era digital: hoaks, cyberbullying, oversharing, privasi, dan plagiarisme. Materi PAI bisa terasa “ngena” ketika dikaitkan dengan situasi yang mereka hadapi setiap hari. Bukan hanya “jangan berdusta,” tetapi “gimana sih cara cek fakta sebelum share postingan?” Bukan hanya “berakhlak baik,” tapi “bagaimana menegur teman online tanpa bikin drama?”

3. Belajar Visual, Pendek, dan Kreatif
Gen Z tumbuh di TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts. Pembelajaran PAI tidak harus ikut-ikutan menari, tetapi harus mampu memanfaatkan format visual dan ringkas yang mudah dicerna. Slide yang clean, infografis, video pendek, atau meme edukatif bisa jadi jembatan untuk memahami materi yang lebih dalam. Kreativitas bukan untuk meremehkan materi agama, tetapi untuk menjadikannya dekat dan bersahabat.

4. Mendorong Literasi Digital dan Pemikiran Kritis
PAI era Gen Z tidak cukup hanya menghafal konsep. Mereka perlu dilatih bertanya, menelusuri sumber, membandingkan pandangan ulama, dan memahami keragaman pendapat tanpa merasa terancam. Ini sejalan dengan tradisi Islam yang kaya perbedaan. Latihan berpikir kritis juga membantu mereka lebih bijak dalam interaksi digital—lebih tahan terhadap manipulasi konten, lebih jago memilah mana opini, mana fakta.

5. Memperkuat Akhlak dan Empati dalam Lingkungan Multikultur
Gen Z hidup berdampingan dengan berbagai latar budaya dan keyakinan. PAI yang relevan harus membantu siswa membangun empati, toleransi, dan kemampuan berdialog tanpa menyinggung orang lain. Ini sangat Islami sekaligus sangat dibutuhkan di dunia digital yang gampang tersulut konflik.

6. Guru sebagai Fasilitator, Bukan Sumber Tunggal
Di era Google dan AI, sumber belajar ada di mana-mana. Guru bukan lagi “mesin jawaban,” tetapi “navigator.” Guru PAI perlu memandu bagaimana memahami informasi agama yang berseliweran di internet—yang kadang valid, kadang malah misleading. Pendekatan yang terbuka, hangat, dan informatif jauh lebih disukai Gen Z ketimbang “pokoknya begini.”

7. Ruang Aman untuk Bertanya
Gen Z punya banyak pertanyaan—tentang identitas, pilihan hidup, persahabatan, teknologi, bahkan keraguan. PAI perlu menyediakan ruang aman agar mereka bisa bertanya tanpa takut dihakimi. Diskusi tentang akhlak, ibadah, dan aqidah justru lebih hidup ketika guru tidak alergi pada pertanyaan “mengapa.”

8. PAI Sebagai Panduan Hidup, Bukan Beban Tugas
Ketika materi PAI terasa relevan, menyenangkan, dan dekat dengan rutinitas harian, siswa akan melihat agama sebagai cahaya yang memudahkan hidup, bukan daftar larangan yang membebani. Kuncinya: bawa nilai Islam ke konteks yang mereka pahami—konten digital, pergaulan sehat, time management, kreativitas, dan tanggung jawab.

tim redaksi

Tuesday, October 14, 2025

Sinergi dan Cinta dalam Pelayanan: Rakor HSN 2025 Kemenag Purwakarta

Local photo 2025 by.doc

Purwakarta, 14 Oktober 2025 — Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan HSN bertempat di Aula Kemenag Purwakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pejabat dan perwakilan lembaga keagamaan di Kabupaten Purwakarta.

Peserta Rakor terdiri atas Kepala Subbag TU, para Kepala Seksi dan Penyelenggara, Kepala KUA se-Kabupaten Purwakarta, Ketua IPARI, para Kepala Madrasah Negeri, Ketua Pokjawas Madrasah dan PAI, Ketua KKM MI, MTs, MA, Ketua IGRA, Ketua AGPAII, Ketua FKDT, dan Ketua FPP.

Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Kabupaten Purwakarta, Dr. Hanif, M.S.I, menekankan pentingnya sinergi dan semangat pengabdian dalam setiap program kerja Kemenag. Beliau menyampaikan beberapa poin penting, di antaranya:

1. Pengawasan melekat dan pelaksanaan tupoksi pegawai harus berjalan efektif untuk menjaga kualitas layanan dan integritas ASN Kemenag.

2. Pelayanan berbasis cinta, sebagai bentuk ketulusan dalam melayani masyarakat dan meningkatkan citra positif Kemenag.

3. Program “Ngaji Jum’at” diharapkan menjadi gerakan spiritual rutin yang memperkuat nilai keagamaan dan kebersamaan.

4. Pendataan pondok pesantren menjadi prioritas untuk memastikan validitas data dan dukungan kebijakan yang tepat sasaran.

5. Rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2025 akan berlangsung mulai tanggal 18 hingga 25 Oktober 2025, melibatkan berbagai unsur lembaga keagamaan, madrasah, dan masyarakat santri di Purwakarta.

Rakor berlangsung penuh semangat dan kekeluargaan. Seluruh peserta berkomitmen untuk menyukseskan peringatan HSN sebagai momentum memperkuat peran santri dalam menjaga keutuhan bangsa dan menebarkan nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Serah Terima Jabatan Kasi PAIS dan Pembubaran Panitia HAB Kemenag ke-80 Digelar di Kemenag Purwakarta

Local photo 2026 by. Eep, momen kegiatan Purwakarta — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta menggelar kegiatan Serah Terima Jabatan ...